Mengirim Postcard Pertamakali Di Kantor Pos Central HCMC

DSCN3633

Kantor Pos Central HCMC

Selalu ada yang pertama untuk suatu hal yang elo lakukan, mungkin rasanya seperti waktu pertama kali loe naik pesawat, pertamakali mo ketemu calon mertua atau pertamakali mo nikah (emang mo nikah berapa kali). Rasanya exited dan grogi gitu campuran antara senang tapi juga bingung, begitulah yang gue rasakan waktu akan mengirim postcard untuk dua orang temen gue di Indonesia untuk pertama kalinya (lebay…).

DSCN3691

Pengaruh Perancis kental sekali dari gedung kantor pos Central HCMC ini

Gue kagum dengan kantor pos central HCMC ini, walaupun gedung tua peninggalan kolonial Perancis yang dibangun dari tahun 1886-1892 namun kondisinya masih terawat dan masih digunakan sampai sekarang. Tidak heran kalau kantor pos central ini sering dijadikan objek foto maupun lokasi pemotretan karena memang gedungnya instagramable sekali.

DSCN3637

Ada yang sedang berfoto untuk foto angkatan di sekolah atau kampus

DSCN3666

Interior campuran antara gothic, Renaissance dan Perancis

DSCN3668

Lukisan peta Vietnam Selatan dan Kamboja, terdapat 2 peta di sisi kiri dan kanan di dalam gedung

Masuk ke gedung ini yang pertamakali gue lakukan adalah mengamati interior dan fasilitas serta pelayanan di kantor pos terutama bagian pengiriman postcard. Di koridor kiri dan kanan terdapat tempat penjualan suvenir dengan harga pas namun cukup murah. Selain di koridor, di tengah ruangan juga terdapat tempat penjualan barang-barang keperluan surat-menyurat seperti sepaket perangko untuk koleksi, postcard dan bermacam suvenir.

DSCN3674

Suvenir dan barang-barang pos untuk keperluan surat menyurat

DSCN3681

Loket-loket yang ada di kantor pos

Rame juga kantor pos ini didatangi turis dan warga lokal yang ingin mengirim surat, paket, postcard ataupun sekedar berkunjung dan berfoto-foto. Selain fasilitas untuk keperluan surat menyurat, di dalam kantor pos ini juga disediakan beberapa bilik ATM dan tempat duduk jika pengunjung merasa capek habis keliling objek wisata disekitar kantor pos. Gue pun menarik uang disalah satu mesin ATM di dalam kantor pos ini karena tempatnya lebih aman.

DSCN3678

Loket tempat mengirim paket dan parcel

Gue membeli beberapa postcard yang harga perlembarnya 4 ribu VND, lalu mengantri di loket pengiriman , setelah bertemu penjaga loket postcard, gue membeli perangko sesuai harga yang tertera di loket. Gue mengirim postcard ke Indonesia yang termasuk wilayah Asia sehingga untuk satu postcard dibutuhkan perangko seharga 11 ribu VND, setelah itu perangko dioleskan air yang terdapat pada spons di dalam mangkok lalu di tempel ke postcard jangan lupa menulis alamat rumah temanmu dengan lengkap termasuk kode pos nya terus pesan yang kamu tulis untuk teman atau pacarmu misalnya “semoga kamu bahagia dengan dia yang jadi pilihan orang tuamu dari aku mantan terindahmu”.

DSCN3669

Contoh postcard yang gue beli di kantor pos HCMC

DSCN3682

Bangku dan meja tempat menulis ucapan, sampai ada yang terlalu serius mikirin kata-kata yang pas untuk pujaan hati

DSCN3672

Loket khusus untuk mengirim kartu pos

DSCN3670

Harga perangko untuk mengirim postcard dan surat ke luar negeri, celupin tangan ke mangkok lalu oleskan ke perangko dan tempel ke postcard

DSCN3671

Ibu penjaga loket postcard nya galak lho

Selain mengirim postcard untuk teman, pacar, gebetan atau temen tapi demen ada juga traveler yang gue temui yang mengirim postcard untuk dirinya sendiri katanya sebagai bentuk menghadiahi diri sendiri karena berhasil sampai pada tempat yang dia kunjungi, sah-sah saja yang penting happy.

DSCN3677

Tua atau muda masih senang berkirim surat atau postcard dijaman serba internet seperti sekarang

Ceritanya gue pengen ngasih kejutan untuk kedua temen gue itu dengan tidak memberi tahu mereka kalau gue mengirim postcard, sudah dua minggu gue tunggu kok mereka belum mengirim pesan kalau dapat postcard dari gue, akhirnya gue duluan yang ngomong sudah mengirim postcard, yah kejutannya gagal deh hahaha ternyata postcard nya belum sampai. Setelah nunggu sebulan lebih, baru dapat kabar dari temen kalau postcard nya nyampe, gue seneng banget soalnya berasa kayak udah PHP in bilang ngirim postcard tapi nggak nyampe udah sebulan lebih (gue bukan cewek tukang PHP ya apalagi PHPin cowok yang senyumnya manis kayak kamu hihihi).

Ini pengalaman pertamaku mengirim postcard, bagaimana pengalamanmu? Share dong guys…

Dipublikasi di Tanpa kategori | Tag , , , | 28 Komentar

Tur Delta Sungai Mekong Harga 10 Dolar

DSCN3877

Perahu berisi turis menyusuri delta sungai Mekong

Kalau di Palembang ada sungai Musi dengan ikon jembatan Amperanya yang cakep dari semua sisi namun gak ada yang jual paket wisata Musi tur maka Ho Chi Minh City di Vietnam yang juga memilki sungai, Mekong namanya telah lebih dulu sadar wisata dengan menjual paket tur wisata Mekong Delta seharga 10 US Dolar atau 220 ribu VND yang bisa dibeli dengan mudah di area backpacker Pham Ngu Lao, travel agent dan hostel atau hotel tempat kita menginap.

Tur Mekong Delta sudah masuk list aktivitas yang ingin gue lakukan selagi traveling di HCMC ini, gue tinggal pesan saja dengan resepsionis di Ecobackpacker hostel tempat gue menginap di Pham Ngu Lao Street untuk ikut tur Mekong Delta dan membayar uang 220 ribu VND atau 10 US Dolar kalau pegang uang dolar. Mbak resepsionisnya memberikan gue secarik kertas kuitansi tanda bukti ikut tur dan berpesan untuk berada di lobby hostel jam 8 pagi karena travel akan menjemput jam 8 teng.

Gue paling susah bangun pagi tapi demi ikut tur dan gak mau telat gue rela bangun meskipun ngantuk, jam 8 pagi teng gue sudah duduk manis di lobby hostel menunggu pacar eh mobil travel yang akan menjemput. Sebuah van abu-abu berhenti di depan hostel lalu keluarlah seorang kakek tua yang ternyata seorang tur guide di tur Mekong Delta ini, dia mendatangi gue dan meminta gue masuk ke dalam van. Selanjutnya gue masuk ke dalam van yang penumpangnya hanya 10 orang saja, masih banyak kursi kosong.

DSCN3954

Inilah van yang digunakan untuk tur Mekong delta kelompok gue, menurut loe gimana?

Sebenarnya gue sedikit kecewa dengan tur rekanan hostel gue ini, sudahlah datangnya telat, tur guide nya kakek tua yang nyebelin tingkahnya ditambah kondisi van yang dipakai juga butut sementara gue melihat van yang seliweran untuk tur ini banyak yang bagus kondisinya (rumput tetangga memang terlihat lebih hijau). Seandainya tur guidenya cakep dan gagah macam abang Jhony Depp, van butut ini akan termaafkan hehehe.

Menuju sungai Mekong ini perjalanan ditempuh selama 2 jam dengan satu kali berhenti di rest area selama 30 menit. Sebelum sampai di tempat peristirahatan, van butut ini mogok karena mesin terlalu panas hingga mengeluarkan asap hitam yang membuat seantero van berbau sangit mesin. Semua penumpang yang berjumlah 10 orang buru-buru keluar mencari udara segar.

Pink mengingat-ngingat ceramah ustad dan para motivator beken tentang pentingnya sabar dan berpikir positif agar hidup lebih sukses dan nanti masuk surga, sabaar…sabaaar….lalu tarik napas dalam-dalam sambil membayangkan Jhony Depp membawakan segelas es jeruk dicuaca sepanas ini. Untunglah mogoknya van butut ini tidak begitu lama sehingga khayalan Pink tidak menjalar kemana-mana (orang Indonesia selalu merasa untung disegala suasana).

Sampai juga van butut ini di rest area, semua peserta tur Mekong Delta ini berasa lega soalnya sudah hampir 2 jam perjalanan sehingga hasrat pengen ke toilet begitu menggelora. Rest area ini berada di pinggir jalan raya dan cukup luas untuk menampung banyaknya jumlah peserta tur hingga ratusan orang. Di rest area ini disediakan toilet, restoran, minimarket, toko suvenir dan bakery. Harga makanan dan cemilan di restoran dan minimarket sangat mahal jadi sebaiknya bawalah makanan, cemilan dan air minum sendiri jika ingin mengikuti tur Mekong ini. Makanan yang murah dan terjangkau cuma roti dan Banh Mi saja.

DSCN3840

Rest area untuk tur Mekong delta

DSCN3841

Restoran di rest area

Setelah 2 jam perjalanan sampailah gue ke dermaga Mekong Delta, nama-nama peserta tur akan dicatat lalu dilaporkan ke petugas yang ada di dermaga. Semua peserta tur yang berjumlah 10 orang ini terdiri dari 5 orang asia dan 5 orang bule dan gue satu-satunya orang Indonesia diantara 10 peserta tur ini.

DSCN3846

Dermaga kapal di sungai Mekong

DSCN3850

Jembatan di atas sungai Mekong

Naiklah semua peserta tur ke dalam kapal kayu dan semua peserta tur harus memakai pelampung (safety sangat diperhatikan). Kapal kayu pelan-pelan meninggalkan dermaga menyusuri sungai Mekong, kakek tua yang jadi guide mulai menjelaskan dengan bahasa Inggris yang terdengar aneh tentang sungai Mekong yang mengalir di 3 negara yaitu Vietnam, Laos dan Kamboja.

DSCN3897

Peserta tur didalam kapal kayu menyusuri sungai Mekong

DSCN3900

Inilah sungai Mekong yang lebar dan luas, mengalir di 3 negara yaitu Vietnam, Laos dan Kamboja

Sampailah kami di delta pertama, lalu kapal kayu merapat di dermaga. Semua penumpang turun dan kami menuju ke sebuah peternakan madu sekaligus tempat mencicipi madu. Kakek mengajak peserta tur untuk mencoba memegang kayu yang berisi sekumpulan lebah. Gue pun tak mau kalah mencoba memegang kotak kayu tersebut sambil berdoa semoga kawanan lebah ini tidak berontak dan beralih menggigit gue sehingga membuat badan gue menjadi beneran pink.

DSCN3852

Bule peserta tur antusias memegang kotak lebah

DSCN3855

Kakek tua yang jadi tur guide Mekong delta meminta Pink memegang kotak lebah

Setelah pertunjukan memegang lebah selesai, peserta tur diajak duduk mencicipi madu tapi buat suami janganlah memadu istri,  diatas  meja makan disediakan cemilan keripik pisang dan jeruk kunci lalu pelayan dengan cekatan membuat air jeruk hangat ditambah madu. Rupanya ini tempat penjualan madu dan keripik pisang, jamuan yang diberikan pelayan ini hanyalah tester hehehe.

IMG_20160629_111843

Jeruk kunci, madu dan air hangat di atas meja yang disediakan

DSCN3859

Pelayan cekatan membuatkan air jeruk ditambah madu agar kuat mengikuti tur Mekong Delta

DSCN3858

Pelayanan maksimal di tempat penjualan madu

Gue akhirnya membeli madu sebotol akua kecil seharga 80 ribu VND (yang nantinya disita di bandara KL, jadi sedih adek bang), beli karena merasa gak enak karena tak ada satupun peserta tur yang membeli jualan pemilik kedai yang memberikan tester minuman dan cemilan gratis ini (orang indonesia emang gitu, suka gak enakkan ya). Tester keripik pisangnya gue habiskan, sayang sudah dikasih gratis hehehe (orang indonesia memang suka yang gratis kalau bisa refill dan dibawa pulang).

Kemudian peserta tur diajak melihat dan menyentuh ular, hiii Pink nyerah deh kalau sama ular, badan panas dingin saking takutnya meskipun si kakek tur guide menjamin kalau ular tersebut tidak berbahaya. Teringat Irma Bule seorang penyanyi dangdut yang biasa nyanyi bawa ularpun akhirnya digigit ular.

DSCN3862

Traveler asal Perancis ini selain cakep juga pemberani, doi mirip Lindsey Lohan ya

Setelah bermain dengan ular, peserta tur diajak untuk duduk manja dan bersantai sambil ngerujak buah. Selagi peserta tur makan buah-buahan yang dicocol cabe garam mereka akan dihibur dengan nyanyian gadis-gadis vietnam yang berbaju tradisional Ao Dai yang berwarna cerah, panjang namun ketat. Setelah selesai dihibur oleh nyanyian lagu berbahasa Vietnam yang gak gue ngerti, peserta tur dimintai tips alias saweran yang diletakkan di dalam keranjang kecil.

IMG_20160629_114032

Dihibur dengan nyanyian lagu Vietnam dari gadis-gadis yang memakai baju Ao Dai

IMG_20160629_113911

Aneka buah-buahan tropis yang disuguhkan

DSCN3867

Ular kobra di dalam minuman beralkohol yang dijual, minuman ini banyak dijual di Vietnam sebagai obat kuat tradisional

Acara inti tur Mekong Delta pun dimulai, 10 orang peserta dipecah menjadi 2 tim yang terdiri dari 5 orang dan akan naik perahu kecil menyusuri delta sungai Mekong. Masing-masing perahu berisi 5 orang ditambah 2 pendayung, kakek guide menyusun tim yang bisa menyeimbangkan perahu agar tak oleng, campuran antara yang berbadan kecil dan besar dalam satu perahu.

DSCN3871

Trip menyusuri delta sungai Mekong berawal di dermaga ini

Sebelum naik perahu kakek guide berpesan kepada semua peserta tur untuk tidak mengeluarkan tangan ke dalam sungai nanti tangannya hilang, semua peserta tur nurut saja meskipun ada yang bertanya mengapa, pokoknya tangan tidak boleh keluar dari perahu dan dicelupkan ke sungai titik, pesan kakek mengultimatum (di negara komunis “silent is a gold” berlaku).

DSCN3876

Inilah acara inti tur delta sungai Mekong, menyusuri sungai kecil dengan pemandangan pohon-pohon sejenis palem sepanjang sungai

DSCN3885

Banyak ibu-ibu yang jadi pendayung perahu, berilah tips setelah selesai trip

Gue terkagum-kagum sama kemasan paket wisata di Vietnam ini, anak sungai Mekong seuprit yang berwarna coklat keruh ini bisa dijadikan objek wisata dan ramai sekali yang datang. Menyusuri delta sungai Mekong yang panjangnya tak sampai 2 kilometer cuma membutuhkan waktu paling lama 15 menit dengan pemandangan pinggir sungai tanaman sejenis palem dan lalu lalang perahu –perahu tur.

DSCN3894

Trip menyusuri delta sungai Mekong berakhir di gerbang ini

Setelah itu peserta tur naik kembali ke kapal dan menyusuri sungai Mekong kembali lalu berhenti di sebuah delta/daratan yang cukup luas untuk beristirahat makan siang dan melihat pabrik pembuatan coconut candy atau dodol. Makan siang gratis diberikan di dalam restoran dengan paket nasi yang sudah ditentukan jika ingin menambah menu maka dipersilahkan bayar sendiri.

DSCN3906

Restoran tempat makan siang

DSCN3902

Teman-teman sesama peserta tur menikmati makan siang mereka

Paket nasi yang diberikan tidak halal karena lauknya daging babi dan menu restoran juga tidak ada untuk vegetarian justru menunya banyak yang esktrim seperti ular, penyu dan daging buaya (berani nggak loe). Satu yang pasti harga makanan di tempat wisata berlipat-lipat di Vietnam ini yang membuat turis enggan untuk membeli makanan.

DSCN3904

Paket makan siang gratis yaitu nasi campur berlauk daging babi (tidak halal)

Karena gue nggak bisa makan siang dan juga tidak dapat kompensasi jadi melipir untuk keliling tempat ini dan membidikkan kamera ke berbagai objek. Setelah itu gue memperhatikan cara pembuatan coconut candy disini.

DSCN3901

Beneran ada buaya darat di sini

DSCN3920

Ikan di kasih minum pake dot coba

DSCN3918

Entahlah apa yang dilakukan Pink di sini, mungkin dia lelah

DSCN3910

Taman di depan kuil yang ada di delta tepat makan siang

Kelar makan siang dan jalan-jalan melihat pembuatan coconut candy, peserta tur diajak naik ke kapal untuk berhenti ke delta terakhir yaitu pabrik pembuatan coconut candy kedua. Di pabrik ini si kakek menunjukkan cara pembuatan coconut candy yang dimulai dari pengupasan dan pemarutan kelapa secara tradisional. Si kakek memperagakan cara pengupasan dan pemarutan kelapa dengan bangga sambil meminta peserta tur mencobanya, gue dalam hati ngebatin (ya elah yang kayak beginian mah dari kecil gue dah familiar, di kampung banyak hehehe).

                                                                         Proses pembuatan coconut candy
DSCN3931

Si Mbak serius sekali membuat kue semprong

DSCN3930

Cara melipat kue semprong, tangan dipakein sarung tangan biar gak panas

Pink memperhatikan pembuatan crispy waffle alias kue semprong dengan alat yang lebih modern dibandingkan dulu saat Pink masih kecil yang juga pernah belajar membuat kue semprong menggunakan cetakan besi yang dipanggang diatas kompor (Pink memang tangannya gak bisa diem sejak kecil hehehe). Kue semprong inilah menu makan siang gue di tur Mekong Delta ini, harganya 10 ribu VND untuk 4 buah kue semprong (mencintai kearifan lokal)

Kakek tur guide ini tentu saja dapat fee dari pabrik coconut candy ini karena mengajak peserta tur datang ke sini padahal di tempat sebelumnya kami sudah melihat pembuatan coconut candy (bikin sebel nggak sih si kakek).

DSCN3936

Coconut candy yang bisa dijadikan oleh-oleh

Traveler cewek asal Perancis, teman di dalam tur ini bertanya pendapat gue tentang tur Mekong delta ini yang gue jawab turnya cukup menarik tapi sebagai sesama orang Asia bagi kami menyusuri sungai, melihat proses pembuatan dodol dan lain-lain di tur ini adalah hal yang biasa bagi orang Indonesia terutama gue yang berasal dari Palembang salah satu daerah di pulau Sumatera. Kalau melihat dari ekspresi si traveler, sepertinya dia juga tidak begitu terkesan dengan tur Mekong delta ini, entahlah itu cuma tebakan gue aja.

Akhirnya tur Mekong delta ini selesai, kami naik kapal kembali ke dermaga awal dan naik van butut lagi untuk diantarkan ke Ho Chi Minh City dengan lama perjalanan 2 jam. Hal unik yang gue lihat dalam perjalanan selama di van yaitu banyaknya sawah di pinggir jalan yang ditengahnya terdapat kuburan, hiii…..mungkin itulah rahasia kelezatan beras Vietnam.

Menurut gue pribadi sih coba aja ikut tur Mekong delta ini, harga 10 US Dolar cukup sepadan dengan apa yang kita dapat yaitu naik mobil travel/van 4 jam pp, ngerujak buah sambil dinyanyiin cewek-cewek Vietnam, naik kapal dan perahu, dapet makan siang gratis dan melihat pembuatan coconut candy.

Sampai tur selesai gue tetap bertanya dalam hati, mengapa peserta tur tidak boleh mengeluarkan tangannya dari perahu???.

Dipublikasi di Destinasi, Tanpa kategori | Tag , , , , | 32 Komentar

Mencoba ETS Platinum, Kereta Cepat Dan Mewah Ala Bullet Train Di Malaysia

12113429_396062573937760_8738455403823899084_o

Mirip Bullet Train ya kereta ETS ini (source : railtravelstation.com)

Menjadi traveler memang harus siap jika terjadi sesuatu di luar rencana seperti gue yang terpaksa harus mengeluarkan biaya lebih mahal akibat tidak browsing jadwal kereta api dari KL ke Butterworth karena di tahun 2013 sudah pernah ke Butterworth naik kereta api dari KL Sentral sehingga yakin jadwal kereta tidak berubah (pengalaman aja tidak cukup ternyata, Pink masih butuh browsing juga kali…)

Sampai di KL Sentral sudah sore karena pesawat jadwal terbangnya diundur selama 4 jam untung pesawat AA sudah memberi tahu lewat SMS malamnya, jadi nggak begitu sebel. Gue langsung ke counter kereta api dan berniat membeli kereta malam jam 23.00 ke Butterworth sehingga gue bisa berhemat budget menginap di hostel karena sampai ke Butterworth (Penang) pagi hari. Ternyata jadwal kereta api sudah berubah (cuma status gue aja yang belum berubah hehehe) kereta malam adanya jam 9 malam yang jam 11 malam udah pensiun sehingga jika gue ambil kereta yang jam segitu maka gue akan sampai di Butterworth jam 2 atau 3 pagi. Sebagai cewek yang traveling sendirian jelas nyampe stasiun pagi buta membuat nyali ciut, Pink takut diculik hiiiii.

Akhirnya gue memutuskan menginap saja di KL dan stay di hostel satu malam dan naik kereta besok pagi saja. Lirik lagu Uut Permatasari “Pacarku memang dekat lima langkah depan pintu, gak perlu kirim surat sms juga gak usah” pas untuk menggambarkan lokasi Marquee Guesthauzze, hostel tempat gue nginep satu malam yang tinggal ngesot ke Pasar Seni seharga 32 Ringgit untuk kamar dorm.

Di hostel gue memberi tahu Farah teman blogger asal Malaysia (alamat blognya http://www.thatsofarah.com) yang akan menjemput gue di stasiun bahwa gue gak jadi naik kereta malam dan mengambil kereta pagi karena gak mau sampai di Penang pagi buta, Farah justru menyayangkan keputusan gue untuk stay di KL karena dia bersedia jemput tengah malam buta itu, gue kan serba gak enakan merepotkan orang yang berbaik hati mengundang gue main ke rumahnya jadi gue bilang ke Farah jemputnya siang hari saja.

Esok pagi jam 08.00 gue sudah ke KL Sentral dan membeli tiket kereta ETS (Electronic Train Service) terus di counter tiket gue minta ke petugasnya kereta yang paling cepat lantas gue dikasih tiket kereta seharga 79 Ringgit (dalam hati gue mikir, gila ya tiketnya mahal abis, naiknya 2 kali lipat dari dulu yang cuma 35 ringgit). Gue beli aja tuh tiket kereta karena terpaksa harus sampai ke Penang hari ini karena sudah janji dengan Farah.

Setelah menunggu di ruang tunggu, jam 9 kurang penumpang dipanggil untuk masuk ke dalam kereta ETS ini yang katanya kereta cepat Malaysia, gue masuk ke dalam gerbong kereta yang mewah dengan desain futuristik minimalis, kursi yang empuk, layar monitor plus AC yang sangat dingin dan masih banyak lagi plus-plusnya.

Kereta ETS berangkat tepat waktu jam 09.00 pagi, Pink merasa bak princess menjadi penumpang di kereta ETS mewah ini, bukan cuma Princess Syahrini yang bisa duduk manja di pesawat yang mahal, Pink juga bisa meskipun baru kereta api (serupa tapi tak sama) hahaha.

DSCN2432

Gerbong dan tempat duduk di dalam ETS Tipe Platinum

Harga tiket 79 Ringgit alias 250 ribuan yang harus gue bayar untuk naik ETS ini sepadan dengan kualitasnya baik fasilitas maupun servicenya. Gue terkagum-kagum dengan kereta ETS ini setidaknya meskipun belum pernah naik bullet train di Jepang atau negara lain, bisa naik ETS ini saja Pink udah bersyukur sekali (mudah sekali Pink bersyukur ya).

thumb207608

Kursi kereta yang empuk

Karena kereta ini sepi penumpang, gue dapat tempat duduk yang kosong di sebelahnya, jadi enak buat duduk manja, ditambah lagi ada cowok bule cakep yang duduk di depan Pink, sendirian lagi, duh kok jadi enak gini ya hahaha. Kami berdua berasa kayak orang lagi pacaran, duduk berdua berhadap-hadapan (astaghfirullah ini ujian tapi ya menikmati). Inilah yang membuat gue seneng traveling sering dipertemukan sama cowok bening-bening kek gini disuasana yang romantis dramatis hahaha (yuk lah jangan takut solo traveling nih buat cewek-cewek diluar sana).

Gue penasaran sama toilet kereta ETS ini jadilah gue masuk kedalamnya padahal kebelet pipis juga karena AC yang terlalu dingin sih. Toiletnya cukup luas, bersih dan kondisinya kering serta tidak berbau ditambah lagi peralatan toiletnya lengkap ada westafel, tisu, tempat sampah dan sabun pencuci tangan plus ramah alias bisa digunakan oleh penyandang cacat (kereta yang perhatian).

DSCN2435

Kloset bersih, lantai kering dan bisa digunakan oleh penyandang cacat

DSCN2436

Westafel Toilet

Selain mencoba toilet, Pink juga masuk mushola yang disediakan di dalam kereta tentu saja untuk sholat dhuha bukan numpang tidur. Mushola memang berukuran kecil tapi disediakan keran untuk berwudhu, sejadah dan mukena putih bersih seputih cinta Pink untuk abang plus kursi bagi orang tua/penyandang cacat yang hendak sholat (banyak kan  plus-plusnya).

DSCN2438

Keran tempat berwudhu di mushola ETS

DSCN2437

Mushola di kereta ETS Platinum

Sholat di dalam kereta yang sedang melaju memang butuh perjuangan juga karena goyang-goyang tapi hati tenang bila selalu ingat Tuhan dimanapun berada (edisi lagi sholehah ini)

Waiter datang ke meja gue mengantarkan bungkusan kertas coklat yang rapi dan setelah dibuka isinya makanan bukan kado ulang tahun,isinya yaitu sekotak Milo dan 2 buah cake yaitu Banana Cake dan Brownies. Pink benar-benar dimanjakan sebagai penumpang. Kalau kurang kenyang kita juga bisa pesan makanan, kebetulan kursi Pink dekat pantry sehingga bisa melihat makanan yang disajikan di pantry yaitu beragam sandwich (menunya bule banget ya).

DSCN2441

Snack yang dibungkus rapi dengan kertas

DSCN2439

Isi bungkusan yang dibagikan ke penumpang

DSCN2430

Keren ya pantry di dalam kereta ETS Platinum ini

DSCN2429

Pantry bersih dan desainnya cakep

DSCN2440

Waiter dan waitress yang melayani di pantry, kelihatan enak ya sandwichnya

Selama perjalanan kereta ETS ini tidak banyak berhenti di stasiun dan berhentinya pun hanya dalam hitungan sekian menit saja jadi jangan sampai terlewat stasiunnya, kita bisa memantau dari layar monitor yang disediakan sudah sampai di stasiun mana. Gue melihat pemandangan dari kaca jendela kereta selama perjalanan, kurang lebih mirip dengan daerah Sumatera banyak kebun kelapa sawit juga.

DSCN2451

DSCN2454

DSCN2456

Ada danau juga

DSCN2455

cantik ya pemandangannya

Setelah 3,5 jam perjalanan, gue sampai ke stasiun Bukit Mertajam, satu stasiun sebelum Butterworth, tempat gue janjian bertemu Farah karena rumah Farah ada di Kulim City Kedah bukan di Penang tetapi dekat jika ingin ke Penang.

DSCN2462

Stasiun Bukit Mertajam yang bersih dan tampak baru, iri ya lihat stasiun keren seperti ini

Gue masih penasaran dengan harga tiket kereta yang mahal dan jenis kereta yang gue naikin karena mewah sekali sehingga gue bertanya sama Farah berapa harga tiket kereta api sekarang kok mahal banget. Setahu Farah harga tiket kereta ETS itu sekitar 59 ringgit dan dia juga heran kenapa tiket yang gue beli bisa mahal sekali. Ah perkara tiket kereta yang mahal ini sejenak gue lupakan karena ingin menikmati perjalanan gue, disamping itu kereta ETS ini memang fasilitasnya oke banget dan keretanya cepat tanpa banyak berhenti di stasiun jadi gak begitu membuat sesak di hati cuma kantong aja jadi tambah tipis.

Sepulang traveling  16 hari ke tiga negara gue browsing tentang kereta ETS, kereta yang gue naikin ini kelas Platinum (ini tipe kereta ETS termahal ternyata). Salah gue juga minta ke petugas konter tiket yang paling cepat hehehe ya dikasih yang mahal lah. Pantes gak banyak yang naik ini, duh berasa jadi orang kaya, amiin #berdoayangkhusyuk. Meskipun mahal gue menghibur diri anggap saja ini membeli pengalaman, kalo tidak kejadian seperti ini kan gak bisa jadi cerita tentang ETS Platinum.

Pink info:

Sekarang perusahaan kereta api Malaysia KTMB mengeluarkan kereta super cepat ETS  (Electric Train Service) yang melayani rute semenanjung Malaysia dari KL Sentral, Gemas dan menyusul Johor Bahru (JB Sentral). Kecepatan kereta 160 km/jam, kereta ETS ini menghemat waktu perjalanan sampai setengahnya jadi wajar sekarang ke Butterworth dari KL Sentral hanya 3,5 jam saja.

Ada 3 tipe kereta ETS:

ETS Platinum Service memiliki sedikit sekali pemberhentian dan paling cepat sampai ke tujuan sehingga harga tiketnya paling mahal.
ETS Gold Service pemberhentiannya sedikit dan paling banyak kereta tipe ini.
ETS Silver Service berhenti di setiap stasiun dan paling murah harganya tentu saja sampainya yang paling lama.

Informasi tentang ETS dan transportasi di Malaysia silahkan klik http://www.train36.com

Nah gimana jadi bisa milih kan mau naik ETS tipe yang mana?

 

Dipublikasi di Destinasi, Tanpa kategori | Tag , , , , , , , | 19 Komentar

Tempat Makan Halal Di Ho Chi Minh City

 

DSCN4344

Salah satu resto halal di HCMC

Awalnya gue kesulitan untuk mendapatkan makanan halal di HCMC tetapi karena gue suka blusukan akhirnya gue menemukan tempat dimana makanan halal dijual. Tempat makan makanan halal ini tersebar di beberapa titik, untuk memudahkan pencariannya gue bagi menjadi 3 kawasan.

DSCN3553

Benh Than Market HCMC

Pertama: Kawasan Benh Than Market

Paling banyak tempat makan halal tentu saja ada di sekitar kawasan Benh Than Market. Ada satu jalan di samping Ben Than Market yang di dalamnya terdapat banyak restoran halal dan toko pakaian muslim.

DSCN3554

Jalan Nguyen An Ninh samping Benh Than Market banyak resto halal di sini

Restoran halal dan toko busana muslim yang ada di jalan ini dimiliki oleh orang Malaysia sehingga makanan yang dijual didominasi oleh makanan Malaysia. Pada saat gue trip di bulan puasa restoran-restoran halal ini kebanyakan tutup, mungkin pemiliknya mudik ke Malaysia.

thumb208378

salah satu restoran halal di jalan Nguyen An Ninh

thumb208380

Salima Resto yang tutup di bulan puasa

Hanya ada 2 restoran yang buka yaitu Halalamin dan Kedai Melayu, kedua restoran ini menyajikan makanan melayu Malaysia namun di Halalamin masih menyajikan makanan Vietnam seperti Pho daging sapi dan ayam sementara kedai Melayu semua menunya citarasa Malaysia.

DSCN3976

Resto Halalamin tak pernah sepi

Dari sisi harga dan rasa Halalamin juaranya dengan harga makanan lebih murah tetapi rasa mantap sementara kedai Melayu harga makanannya mahal tetapi rasa biasa saja.

DSCN3974

Pho sapi yang endess di Halalamin

DSCN3975

Nasi goreng seafood di Halalamin

Dibelakang pasar Benh Than Market ada satu restoran halal namanya D’Daun kalau rasa gue tidak tahu karena tidak mencoba tetapi harganya lumayan mahal kalau Pho di Halalamin 50 ribu VND maka di D’daun seharga 90 ribu VND.

DSCN4328

Central Mosque di Dongdu Street HCMC

Kedua: Kawasan Masjid Central HCMC

Di sini ada 3 restoran halal yang gue lihat yaitu D’Nyonya, Restoran Turki dan Saigon Halal. Pada saat kesana restoran Saigon Halal tutup mungkin pemiliknya juga mudik.

DSCN4343

resto Saigon Halal di jalan Dongdu depan masjid Central Saigon

Restoran halal yang gue coba adalah D’Nyonya yang menyajikan makanan Vietnam dan Melayu Malaysia tetapi menu utamanya adalah makanan Malaysia.

DSCN4346

Resto halal D’Nyonya

Sedang liburan di Vietnam gak maulah pesan makanan Malaysia jadi gue pesan Pho sapi dan Vietnam Spring Roll. Kedua makanan yang gue pesan rasanya endess dan porsinya besar sepadan dengan harganya yang mahal. Pho sapi harganya 120 ribu VND dan Vietnam Spring Roll harganya 90 ribu VND, harga makanan di D’Nyonya mulai dari 80 ribu VND.

DSCN4367

Pho Sapi halal dan enak banget ditambah lalapan daun basil dan cabe rawit

DSCN4371

Vietnam Spring Roll D’Nyonya ini endess banget

Sementara di restoran Turki gue tidak datang ke sana, disamping faktor harga juga kurang dapat feel Vietnamnya jika makan makanan Turki di Vietnam, maunya suatu hari nanti makan makanan Turki di negara aslinya pasti lebih otentik.

Bagaimana gue tahu harga makanan direstoran padahal tidak makan di sana karena di depan setiap restoran di berikan standing table yang memuat menu makanan dan harga jadi sebelum masuk restoran kita sudah tahu harga menu yang kita inginkan jadi pengunjung tidak merasa di bohongi terlebih lagi untuk turis sehingga menghindari scam makan di restoran dan lebih fair bukan?

Kebanyakan makanan halal dijual di restoran, jarang sekali makanan halal dijual di kaki lima, yang pernah gue lihat sih penjual kopi keliling menggunakan sepeda yang memasang logo halal di box kopi jualannya dan mereka menerima pembayaran ringgit jadi harga kopi sepeda tersebut 3 ringgit (ini terjadi karena sebagian besar turis muslim berasal dari Malaysia).

DSCN3979

Penjual kopi halal pake sepeda seharga 3 RM

Sekedar tambahan gue pernah lihat foto di twitter ada traveler yang menemukan street food berlogo halal di district 1 HCMC tapi gue tidak tahu lokasi persisnya.

DSCN4262

Masjid Al-Rahim yang dekat Benh Than Market

Ketiga : Di kawasan Masjid Al-Rahim (masjid Malaysia-Indonesia)

Masjid ini lokasinya terselip di sebuah jalan di dekat toko-toko yang menjual barang antik dekat dengan Fine Art Museum dan Vietin Bank. Kalau dari Benh Than Market harus menyeberang jalan menuju Vietin Bank,  di sini ada warung sederhana yang menjual nasi dan lauk halal tetapi saat bulan puasa warung ini tutup.

DSCN4263

Alamat masjid Al-Rahim

DSCN4259

Dari Benh Than market seberangi jalan ini dekat Vietin Bank menuju masjid Al-Rahim

DSCN4260

Ada beberapa warung nasi halal di jalan menuju masjid Al-Rahim

Selain ketiga tempat tadi gue juga mencoba makan Vietnam Spring roll di restoran vegan (tidak mengandung produk hewani) di samping Benh Than market, membeli roti baguette di toko bakery yang gue cocol rotinya ke sereal biar lembut karena roti baguette ini teksturnya keras sekali dan mencoba es krim kelapa di Kem Bach Dang (restoran khusus es krim).

thumb208368

Mencoba roti baguette di toko roti dekat hostel

thumb208387

Buah-buahan di pasar tradisional adalah alternatif makanan halal dan sehat pastinya

Selalu tidak pernah luput dari Pink Traveler adalah makan buah-buahan lokal yang segar dari pasar tradisional selain untuk menjaga kesehatan juga pasti halal dan lebih murah dikantong.

Tips hemat dari Pink bawa lauk kering, sambal dan mie instan dari Indonesia saat ke Vietnam nanti kita membeli nasi putih saja di warung nasi, banyak sekali warung nasi di seantero HCMC ini, tekstur nasinya pulen dan rasanya enak.

Semoga tulisan gue ini bermanfaat untuk teman-teman muslim yang ingin berlibur ke HCMC. Enjoy your trip!

Dipublikasi di KULINER, Tanpa kategori | Tag , , , , | 29 Komentar

Ada Apa Di 798 Art Zone Beijing

thumb108483

Tulisan 798 Art Zone di salah satu bangunan

Sebelum berangkat ke Beijing gue browsing dulu informasi di tripadvisor tentang tempat apa saja yang harus dikunjungi selama traveling di Beijing, salah satu tempat yang masuk list tripadvisor adalah 798 Art Zone Beijing, lalu gue browsing lebih lanjut tempat ini takutnya ini Red Light Distict, kalau bener kan harus persiapan dulu hehehe terutama bagaimana cara ke sini dan transportasi apa yang digunakan. Sebagai pecinta seni maka 798 Art Zone ini masuk agenda wajib bagi gue, pokoknya harus berhasil ke sini jangan cemen meski gak bisa bahasa Mandarin masih bisa bahasa kalbu (ini judul lagu lawas Titi DJ).

Untuk menuju 798 Art Zone gue harus naik subway line 5 lalu berhenti di Yonghegong Station ambil exit B nanti akan bertemu Lama Temple, di depan kuil ini terdapat halte bus, tunggulah bus No 909 datang (jangan ngarepin mantan yang datang) dan naiklah bus ini lalu berhenti di halte Dashanzilukounan, nah karena bus di Beijing tidak memiliki petunjuk bahasa Inggris jadi untuk memudahkan menemukan tempat ini gue harus berhenti di halte ke-13, jadilah selama perjalanan di dalam bus gue berkonsentrasi menghitung jumlah halte yang dilewati menggunakan sepuluh jari hahaha. Karena kemampuan berkonsentrasi gue rendah jadilah gue mudah sekali terdisraksi, untunglah di pinggir jalan besar terdapat penanda jalan 798 Art Zone yang berukuran besar dengan warna merah menyolok mata sehingga gue bisa berhenti di halte yang benar.

thumb108453

Di Gerbang masuk jalan terpampang nyata tulisan ini gede banget

798 Art Zone ini adalah sebuah jalan dimana di dalamnya kita bisa menikmati seni kontemporer mulai dari desain bangunan yang unik, patung-patung berbentuk aneh, berbagai macam museum, galeri, studio seni, cafe dan toko-toko yang menjual barang-barang bernilai seni. Gue salut dengan Tiongkok, negara komunis namun menyediakan tempat sekeren ini untuk menampung segala imajinasi dan bakat seniman dengan karya-karya mereka.

DSCN0948

Jalan 798 Art Zone

DSCN0965

Desain toiletnya aja kece gini kayak cacing

DSCN0966

Desain bangunan banyak yang unik

Sebagai pecinta seni, mata dan hati gue sangat dimanjakan di sini. Gue keluar masuk galeri seni dan menikmati karya kreatif para seniman sambil mengangguk-anggukan kepala seolah mengerti makna dibalik karya mereka padahal kagak mengerti sama sekali #butaseni tapi suka gimana?. Melihat karya seni sudah membuat hati bahagia meski tak mampu memilikinya seperti inilah ungkapan untuk orang yang tak cukup berjuang demi cinta lalu membuat alasan cinta tak harus memiliki #sumpahinibukangue.

                                            Dulton Studio dan benda-benda yang dijual di dalamnya

Gue ke sini di hari senin pagi jam 10, suasana masih sepi dan dingin (ya iyalah musim dingin gitu lho) hanya sedikit orang yang berlalu lalang, kesempatan untuk mengambil foto sepuas-puasnya tanpa kerumunan manusia, hambatannya cuma satu musim dingin sungguhlah menyiksa, tangan menjadi dingin dan kaku sulit untuk mengambil foto dengan memakai sarung tangan, jika lama sedikit gak pakai sarung tangan, tangan menjadi nyeri dan keriput, angin dingin menampar-nampar pipi, terasa dingin sekaligus perih. Musim dingin hanya indah di film dan foto tapi kenyataannya orang-orang tropis atau udik kayak gue bakal tersiksa #hayatilelah bang.

DSCN0981

Salah satu studio yang menjual dan memamerkan barang-barang vintage

                          Barang-barang vintage yang di display dan dijual di studio vintage

Cuaca dingin bawaanya pengen makan dan …..(sudahlah tak usah disebut nanti kena sensor hehehe), khayalan melayang ke pempek, bakso dan mie ayam, sayang semua itu gak ada cuma di dalam imajinasi saja, jadi saat kita bisa jajan bakso syukurilah bisa jadi di tempat lain ada orang yang mendambakan bakso tapi tak bisa menikmatinya #memilihbijak.

DSCN1016

Ada cafe kalau mau nonkrong manja

Gue harus masuk ke galeri dan museum untuk mencari kehangatan sekaligus melihat koleksi-koleksinya. Ada begitu banyak galeri dan museum yang harus didatangi di tempat ini, bisa seharian gak bakal keluar dari 798 Art Zone, padahal gue masih harus mengunjungi tempat lain, terpaksa beberapa galeri gue skip. Santai aja kalau ada rezeki gue bakal balik lagi kok ke Beijing #generasioptimis.

DSCN1017

Salah satu galeri seni

                                              Barang-barang yang dijual di Cindy’s Creation
DSCN0973

Pace Building salah satu bangunan berbentuk unik, ini semacam panggung teater

DSCN1014

Ada juga yayasan Yoko Ono (istri John Lennon, salah satu personil The Beatles)

Nah silahkan nikmati saja foto-fotonya kalau karya seni sulit untuk dijabarkan ke dalam kata-kata biarkanlah hati eh gambar yang bicara

DSCN1011

Bangunan dengan lukisan gede di depannya

DSCN1018

Patung Unik

thumb108461

Seperti putri Fiona dengan Shrek tapi merah warnanya hehehe

DSCN1007

Michael Jackson dalam lukisan mozaik

                                                                       Ada patung tuyul versi Cina

Kebanyakan benda-benda seni yang dipamerkan di studio di 798 art zone ini harganya selangit hiks..hiks bagi yang mengerti seni pasti memahami tapi bagi yang ga ngerti seni kayak gue gak bisa beli barang-barang tersebut tapi cukuplah datang ke sini dan menikmati itu saja sudah membuat gue bersyukur banget.

Gue paling suka studio vintage soalnya barang-barang yang di display dan dijual memang cakep dan koleksi tahun jebot, mungkin ini menggambarkan kepribadian gue yang klasik, simple dan setia #promositerangterangan.

 

Cara kesini naik subway line 5 stop di Yonghegong (Lama Temple) Stasiun ambil exit B nanti ketemu halte naik bis no 909 setelah bus stop di  halte ke 13 (hitung saja berapa kali bis stop di halte) halte stopnya disebut Dashanzilukounan nanti akan terlihat jalan dengan tulisan merah 798.

Dipublikasi di Destinasi, Hang Out, Shopping | Tag , , , , | 19 Komentar

Book Cafe Tempat Nongkrong Asyik Di Ho Chi Minh City

DSCN3655

Book Cafe yang asyik buat nongkrong manja

Kalau gue diminta memilih tempat untuk ngedate atau kencan dengan kekasih tersayang, gue pasti maunya ke Book Cafe ini karena suasana dan konsep cafe ini sangatlah menarik dan bikin betah untuk berlama-lama nongkrong.

Book Cafe ini berada di sebuah jalan kecil persis di samping kantor pos Saigon yang bersejarah. Di jalan tersebut banyak toko-toko buku berdesain cakep berada. Gue menemukan cafe ini tidak sengaja setelah mengunjungi kantor pos Saigon, karena gue suka berjalan kaki untuk blusukan masuklah ke jalan ini dan menemukan surga kecil di sini yaitu toko-toko buku yang keren, kelar melihat toko buku tapi tidak membeli karena bukunya berbahasa Vietnam, tenggorokan jadinya haus dan kaki lelah jadi pengen duduk-duduk manja gitu, eh pucuk dicinta ulam pun tiba mata gue yang sering jelalatan kalo lagi jalan tak sengaja melihat Book Cafe yang rame orang nongkrong di sana tapi tetap terlihat nyaman untuk ditongkrongin.

DSCN3658

Jalan yang asri dengan toko-toko buku keren

Konsep Book Cafe ini memadukan tempat nongkrong, kopi dan perpustakaan mini di dalam satu tempat. Bagunannya terbuka sehingga orang-orang yang berlalu lalang di jalan bisa melihat jelas pengunjung cafe yang lagi nongkrong. Meskipun berkonsep terbuka tetapi tetap terasa nyaman bagi pengunjung

Material furnitur di Book Cafe didominasi oleh bahan kayu yang terlihat dari meja, kursi, rak buku dan lantai. Sementara desain interiornya modern minimalis dan kekinian cocok sekali menjadi tongkrongan anak muda.

DSCN3724

Furnitur dari kayu

DSCN3728

Nyaman dan bikin betah nongkrong

Keunikan Book Cafe ini setiap meja dihiasi dengan satu pot bunga yang segar dan asli, gue sampai pegang-pegang bunganya untuk mengetahui keaslian bunga, karena gue gak suka bunga plastik yang palsu apalagi cinta yang palsu ya hahaha. Di HCMC ini memang cukup banyak penjual bunga segar, pengen deh suatu hari dibawakan bunga sama pacar trus dinner di tempat seperti Book Cafe ini #curhat.

DSCN3692

Pengunjung yang asyik nongkrong sambil internetan

Sesuai tema Book Cafe maka yang menjadi andalan tentu saja buku-buku koleksi cafe ini. buku-bukunya gue perhatikan kebanyakan covernya berwarna-warni dan berdesain lucu dan unik, buku-buku tersebut di susun di rak kayu seperti di toko buku cara penyusunannya. Buku tersebut boleh dibaca pengunjung #bukanpajangan di dalam cafe, tentu saja tidak boleh dibawa pulang apalagi disobek lembarannya seperti yang sering gue temukan di perpustakaan kampus saat skripsi #pengalamanpahit yang merugikan pembaca dan pemiliknya. Tapi tetap harus berhati-hati membacanya, bisa saja terkena tumpahan minuman yang kita minum.

DSCN3693

Cara menyusun dan memajang buku di Book Cafe

Menu andalan di Book Cafe ini tentu saja kopi Vietnam yang enak banget dengan variasi pilihan rasa seperti Cappucino, Latte, Espresso, Mochacino dll. Ada juga coklat, teh, jus dan milkshake. Kopi yang disajikan umumnya dingin tapi bisa saja meminta yang hangat. Sementara makanannya berupa cake dan cookies. Harga makanan di sini tidak mahal sangat terjangkau mulai dari 25 ribu VND untuk es kopi Vietnam tentu saja tanpa sianida ya. Gue memilih memesan es kopi seharga 25 ribu VND dan Strawberry milkshake seharga 45 ribu VND. Mungkin segmen pasar cafe ini untuk anak muda sehingga harganya terjangkau. Kapan ya di Palembang ada tempat ngopi keren yang harganya tidak terlalu mahal, yuk yang punya modal buka cafe cakep kayak gini di Palembang.

DSCN3707

Es kopi Vietnam yang enak diminum sambil membaca buku

DSCN3701

Strawberry milkshake di Book Cafe

Book Cafe juga menyediakan free wifi untuk pengunjung, jadi kita bisa ngopi-ngopi cantik sambil browsing atau update status di socmed. Bagi yang suka jeprat-jepret atau hunting foto Book Cafe ini instagramable juga. Gue mengamati detail Bangunan dari Book Cafe yang di desain menarik dan unik sehingga bisa menjadi begitu instagramable.

DSCN3725

Langit-langit dan lampu di Book Cafe

DSCN3739

Gantungan lampu berbentuk bola-bola kristal yang cantik

DSCN3697

Desain Cafe yang cakep dan free wifi jadi kelebihan Book Cafe

Kalau berkesempatan mengunjungi Ho Chi Minh City gue merekomendasikan Book Cafe ini sebagai tempat nongkrong, selain bisa ngopi, baca buku dan internetan kita juga bisa mengamati dan berinteraksi dengan penduduk lokal dengan mengajak berkenalan dan ngobrol bareng di meja cafe. Untuk mendapatkan teman baru nggak susah kok just say hello, smile and talk about coffee or book.

Ternyata di Book Cafe, buku dan kopi bisa sempurna saling melengkapi…..

Dipublikasi di Hang Out, KULINER, Romance, Tanpa kategori | Tag , , , , , | 19 Komentar

Jus Mangga Termahal Ada Di Heli Bar Ho Chi Minh City

DSCN4427

View kota HCMC dari Heli Bar Di Sore Hari

Besok lusa trip gue selesai di Ho Chi Minh City (HCMC) tapi gue belum ada ide mau ngapain lagi di sini, untuk trip di bulan puasa kali ini gue santai abis sama sekali tidak pakai itenary selama 16 hari backpacking,  pokoknya berjalan mengikuti kemana langkah kaki membawa, duileh sampe segitunya ya. intinya sih gue gak dikejar-kejar target musti ke sana atau ke sini, capek kali main kejar-kejaran kan niat ngetrip buat liburan dan bersantai jadi lakukan saja yang membuat gue happy tanpa beban karena pakai duit sendiri #bukantripDPR

Kepikiran mau ke Sky Deck di gedung paling tinggi di HCMC biar bisa ngeliat kota HCMC dari ketinggian tapi gak jelas dimana tempat pastinya dan bagaimana ke sana termasuk biayanya, maklum saja Pink khawatir dikenakan tiket masuk yang super mahal #malasbrowsing. Tapi dasar sudah jodoh ya gue bertemu 2 traveler cewek asal Malaysia di tempat pembuatan coconut candy alias dodol pada saat tur Delta Mekong, nah 2 traveler ini berceritalah tentang Sky Deck di Bitexco Financial Tower gedung tertinggi alias pencakar langit di HCMC, mereka menganjurkan lebih baik ke Heli Bar lantai 51 daripada ke Sky Deck (lantai 49) karena pemandangannya sama  saja tetapi kalau di Heli Bar bisa sambil nongkrong manja dengan harga lebih hemat dengan cara memesan minuman paling murah lalu nongkrong sepuasnya di Heli Bar sambil memandangi kota HCMC dari ketinggian daripada membeli tiket Sky Deck seharga 200.000 VND. Sebuah ide cemerlang yang membuat gue bersemangat untuk ke Heli Bar.

DSCN4294

Bitexco Financial Tower Desainnya Terinspirasi Dari Bunga Lotus (Bunga Bangsa Vietnam) Yang Didesain Oleh Mr. Carlos Zapata

Gue sudah menyusun rencana malam ini akan ke Heli Bar setelah berbuka puasa di Masjid Central HCMC karena lokasi masjid dan gedung Bitexco Financial Tower ini berdekatan, tapi apa mau dikata kenyataan tak seindah rencana, hujan turun membuyarkan semua angan sehingga gue menunggu hujan reda sambil makan Pho Sapi dan Vietnam Spring roll di restoran D’Nyonya (halal resto) di samping Masjid Central HCMC, setelah hujan berhenti gue pulang ke hostel berjalan kaki menyusuri keramaian kota HCMC di malam hari.

DSCN4435

Heli Pad Di Depan Heli Bar

Hari ini gue menyusun rencana kembali ke Heli Bar yang sempat gagal semalam, ini adalah malam terakhir gue di HCMC dan besok harus balik ke Kuala Lumpur, sehingga gue memutuskan untuk ke Heli Bar di sore hari jam 5 sambil menunggu sunset dan berbuka puasa. Gue sengaja memilih jam 5 sore karena akan mendapatkan 3 view sekaligus untuk satu kali kunjungan (gak mau rugi), pertama saat sore hari dimana matahari masih bersinar cukup terang, kedua saat sunset dan ketiga saat malam hari dimana bisa melihat pemandangan lampu-lampu kota asalkan mau bersabar nongkrong cukup lama, yaelah nongkrong manja di Heli Bar pastilah gue betah berjam-jam juga demi hunting foto pemandangan kota HCMC dari ketinggian.

DSCN4438

Sungai Saigon Di Lihat Dari Heli Bar

DSCN4447

Benh Than Market Di Lihat Dari Ketinggian

Gue jalan kaki aja dari hostel menuju gedung Bitexco Financial Tower ini hitung-hitung olahraga, sampai di gedung yang ternyata lantai dasar dan beberapa lantai diatasnya digunakan sebagai shopping mall, langsung gue bertanya ke mbak-mbak di bagian informasi dimana arah menuju ke Heli Bar, gue diberi tahu arahnya dengan naik lift satu lantai lantas belok ke kiri nanti akan bertemu mbak-mbak dan mas-mas berseragam kantoran serba hitam yang rapi dan elegan yang tugasnya akan mengantarkan ke lift khusus yang langsung terhubung ke Heli Bar, wah…wah berasa kayak orang penting ya tamu Heli Bar ini. Gue yang cuma pakai sendal jepit dan busana kasual yaitu jeans dan kaos pun berasa ciut mental takut dipandang sebelah mata sama petugasnya, ternyata gue salah sangka mereka memperlakukan gue dengan sangat hormat meskipun pakaian gue sama sekali gak sesuai untuk datang ke tempat berkelas macam Heli Bar ini.

DSCN4409

Lantai Dasar Gedung Bitexco Financial Tower Digunakan Sebagai Shopping Mall

Sebelum masuk lift gue ditanya sama petugasnya berapa orang yang datang, ya gue cuma datang sendiri lalu si mbak menelpon mungkin konfirmasi ke bagian reservasi, ternyata gue diperbolehkan masuk lift lalu diantarkan mbaknya ke lift dan dipencetkan pula ke lantai 51. Gue kira dari lantai 2 ke lantai 51 bakal nunggu lama dan pusing selama di lift ternyata gue salah lagi, lift naik dengan kecepatan super-duper cepat gak berasa apapun bagaikan hanya beberapa kedipan mata gue sudah sampai di lantai 51. Sampailah gue ke Heli Bar lalu diantar menuju tempat duduk oleh waiter lantas gue duduk dengan manjanya hehehe.

Waiter datang memberikan daftar menu yang isinya didominasi minuman yang bernama aneh dan hanya sedikit menu makanan ringan. Kebanyakan minumannya diracik menggunakan beragam alkohol. Minuman paling murah yang halal gue minum adalah Coca Cola seharga 120 ribu VND, lalu air mineral sebotol seharga 165 ribu VND, jus buah seharga 185 VND dan milkshake seharga 240 ribu VND. Asli gue pusing milih minuman apa yang membuat gue gak rugi-rugi amat membelinya, akhirnya gue memutuskan membeli jus mangga saja seharga 185 VND atau sekitar 100 ribu lebih jika di kurs ke rupiah. Ini jus mangga termahal yang pernah gue beli dengan pertimbangan jus buah baik untuk kesehatan dan cocok untuk menu buka puasa karena manis (mencoba menghibur diri karena terbayang-bayang harganya).

thumb213899

Jus Mangga Termahal Harus Difoto Agar Selalu Diingat

Setelah membayar di kasir barulah jus mangga disajikan dengan anggun oleh waiter,  gue bisa melihat proses pembuatan minuman langsung dari meja bartendernya karena mejanya terletak di samping gue duduk. Gue yang masih puasa hanya bisa menelan air liur melihat jus mangga dingin gue ada di atas meja. Sambil menunggu jam berbuka gue mengelilingi Heli Bar ini, membidikkan kamera ke berbagai objek terutama pemandangan gedung tinggi dan membuat video suasana di dalam Heli Bar.

DSCN4431

Bisa Melihat Langsung Minuman Pesanan Kita Dibuat

 

Kelar jeprat-jepret untuk sesi foto sore hari gue duduk manja di kursi, rasanya gak enak kayak ada yang kurang kalau nongkrong di tempat tertinggi dan romantis seperti ini tetapi hanya sendirian. Rupanya Tuhan mendengar doa kecil gue, tiba-tiba datanglah cowok cakep berwajah oriental duduk di samping gue, waduh kok bisa ya?. Terjadilah perkenalan standar  yang dimulai dari pertanyaan yang juga standar.

Gue                          : Are you Korean? Karena look nya oriental dan gue paling sering ketemu traveler dari Korea kemanapun gue pergi backpacking sehingga gue berasumsi seperti itu

Cowok oriental     : I am from US

Hening sesaat karena jawaban dia diluar dugaan gue

Gue                            : I am from Indonesia

Cowok oriental      : Actually my parents from Surabaya but I was born and grew up in US

and my name is Patrick

Gue                                : Gubraaaakkkkk…..(hahahaha ngakak guling-guling ternyata doi orang Surabaya)

Jadi Patrick ini tinggal di Colorado US, bapak ibunya asli orang Surabaya tapi dah lama tinggal di US sehingga  Patrick tidak bisa bahasa Indonesia. Ibunya Patrick masih suka masak makanan Indonesia di rumah dan masih sering ngumpul bareng mungkin semacam arisan gitu dengan orang-orang Indonesia di Los Angeles #orangIndonesiademenarisan. Patrick ke HCMC dalam rangka solo backpacking ke Vietnam dan Kamboja.

Senang rasanya mendapatkan teman baru dan bisa ngobrol asik karena kami berdua sama-sama solo backpacker di HCMC dan berdarah Indonesia pula sehingga percakapan jadinya nyambung.

Tidak terasa waktu berbuka puasa tiba, gue minum jus mangga termahal ini dengan penuh perasaan karena ingat akan harganya hehehe sementara Patrick yang duduk di samping gue minum segelas Tiger (merk bir). Gue dan Patrick emang berbeda tapi itu bukan alasan untuk tidak menjalin pertemanan bukan?

Obrolan beralih dengan hunting foto, gue dan Patrick sibuk jeprat-jepret pemandangan saat sunset dan menjelang malam lalu Patrick meminta gue untuk mengambilkan foto dirinya berlatar belakang pemandangan kota HCMC di malam hari, gue mengarahkan gaya Patrick agar dia mendapatkan foto terbaiknya, tampaknya dia puas dengan hasil fotonya lalu kami asyik memandangi keindahan kota HCMC di malam hari.

DSCN4451

View Kota HCMC Di Sore Hari

DSCN4471

View Sunset Dari Heli Bar

DSCN4485

View Sunset Dari Heli Bar

DSCN4494

View Kota HCMC Menjelang Malam

DSCN4484

View Benh Than Market Menjelang Malam

DSCN4517

View Kota HCMC Di Malam Hari

DSCN4526

View Kota HCMC Yang Dibelah Sungai Di Malam Hari

Setelah puas memfoto kota HCMC dari berbagai sudut karena Heli Bar ini 360 derajat viewnya alias bentuk barnya lingkaran, gue dan Patrick berpisah menuju tujuan masing-masing sambil saling berucap “nice to meet you”.

Gue turun dari lantai 51 menuju lantai 50 yang ternyata terdapat Sky Cafe yang ramai orang makan lalu gue bertanya sama petugasnya apa bedanya Heli Bar dan Sky Cafe, kata petugasnya Sky Cafe khusus tempat makan rame-rame untuk segmen keluarga. Jadi kalau mau melihat pemandangan kota HCMC dari ketinggian secara group lebih baik ke Sky cafe saja karena pilihan makanan dan minuman kemungkinan lebih banyak.

Jus mangga termahal yang gue minum di Heli Bar sepadan dengan pemandangan kota HCMC dari ketinggian yang gue saksikan mulai dari sore hari, sunset dan malam hari. Gue pengen memberikan penghargaan untuk jus mangga tersebut sebagai jus mangga termahal yang diminum di tempat tertinggi dan teromantis di HCMC, boleh kan?

Malam terakhir di Ho Chi Minh ditutup dengan manis sebelum besok pulang ke Kuala Lumpur……

 

Secuil info:

Bitexco Financial Tower adalah gedung tertinggi di HCMC dengan tinggi 262 meter terdiri dari 68 lantai yang berfungsi sebagai hunian, kantor, tempat shopping, Sky Deck, tempat makan dan Heli Pad. Mulai dibuka sejak tahun 2011 dan menjadi gedung tertinggi nomor 124 di dunia.

Sky Deck :Operation hour = Monday-Sunday, 09:30 – 21.30 HTM: 200.000 VND

http://www.saigonskydeck.com

Address : Ho Tung Mau Street No 36 District 1 HCMC

Heli Bar : Opening Hour = 10:00-02:00

Address: 51st Floor, Bitexco Financial Tower

Tel: +84 86 291 8751

Dipublikasi di Destinasi, Hang Out, Romance, Tanpa kategori | Tag , , , , , | 14 Komentar